Ingin dan Harap


sepanjang kehidupan kita, selalu ada keinginan dan harapan. bahkan itulah alasan kita untuk tetap 'rela' hidup di dunia ini. namun, kadang atau bahkan sering, apa yang kita inginkan melencang jauh dari apa yang kita peroleh. malah tidak jarang kita merasa tidak memperoleh apapun kecuali kekecewaan.
sekali waktu saya mencoba 'mengistirahatkan' sejenak hidup saya. membuka kembali lembar demi lembar catatan perjalanan hidup yang kebanyakan tidak menyenangkan. huruf demi hurup saya eja. saya evaluasi, saya gali kembali lembaran yang sudah lama tersimpan. oh, betapa kagetnya saya, diantara banyaknya kegagalan dan ketidakmampuan mendapatkan yang saya inginkan, ada sebuah keberhasilan yang menyenangkan.
keberhasilan dikala saya masih melihat dunia sebatas sekolah dan bermain (sepertinya, masih begitu), keberhasilan saya medayung sepeda kecil tanpa roda bantu. ya, saya bisa naik sepeda! saya baca ulang catatan itu, mengapa saya bisa naik sepeda? pertama, saya mau belajar naik sepeda, kedua; saya melihat diri saya tak henti berdo'a pada Tuhan agar saya diberi kemampuan menaiki sepeda dan terpenting, saat saya melihat kedalam hati kecil saya di masa saya kecil, ternyata saya benar-benar menginginkan untuk bisa naik sepeda.
ya, rupanya inilah kunci keberhasilan itu. kunci mendapatkan ingin dan harap itu. kita harus benar-benar menginginkannya! karena saat kita benar-benar menginginkanya, maka seluruh jagat raya akan bersatu padu untuk mewujudkannya.

0 comments:

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sampaikan!

Ucapkan Kata-Katamu

Jika kau tak sanggup lagi bertanya kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan

jika kau tahan kata-katamu mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu terampas

kau akan diperlakukan seperti batu dibuang dipungut atau dicabut seperti rumput

atau menganga diisi apa saja menerima tak bisa ambil bagian

jika kau tak berani lagi bertanya kita akan jadi korban keputusan-keputusan jangan kau penjarakan ucapanmu

jika kau menghamba kepada ketakutan kita memperpanjang barisan perbudakan

Wiji Thukul