
pendidikan sekarang benar-benar semakin jauh dari tujuan pendidikan itu sendiri. prinsip humanisasi sudah terkikis dengan rapi. ah, begitu membiuskah harta itu? hingga pendidikan pun jadi barang dagangan? spanduk dan brosur lembaga pendidikan bertebaran dimana-mana. masing-masing menawarkan 'produk' beserta keunggulan dan tak lupa harganya. seperti menu martabak saja. anda mau rasa apa? semua ada! mau yang biasa, sedang atau spesial? tentu ada harga yang harus anda bayarkan untuk itu. dari TK hingga ke Universitas. mahal? tentu! kalau anda miskin, sudahlah nikahkan saja anak anda, kali-kali dapat suami/istri anak pejabat, atau anak pensiunan BI. tak usah sekolah. karena sekolah bukan untuk orang susah!
tidak hanya sampai disitu. setelah masuk kuliah, malah makin parah. coba saja baca visi dan misi perguruan tinggi-baik negeri apalagi swasta-yang ada di Indonesia, isinya hampir sama 'mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini'. kalau saya boleh sedikit memperjelas bahasanya kira-kira begini 'mencetak budak-budak untuk kepentingan para kapitalis'. murid/mahasiswa tak ubahnya seperti gelas kosong. terserah yang mengisi maunya apa. kalau yang mengisi suka minum tuak, ya tuak lah isi gelas itu, yang ngisi lagi pengen anggur, ya anggurlah isi gelas itu. dan sigelas hanya bisa menerima. tak ada pilihan. tak bisa memilih, apalgi menolak!
dan ternyata masih berlanjut. para pakar pendidikan yang gelarnya lebih panjang dari ekor kudapun, mendukung komersialisasi pendidikan ini. bahkan menjadi dalang sekaligus pemain dalam pementasan wayang pendidikan komersil itu sendiri. berbagai strategipun dijalankan. murid/mahasiswa yang masuk lewat jalur 'TOL' pun semakin ditingkatkan persentasenya. tujuannya jelas, sebagai sumber dana yang menggiurkan. tak perduli, walau melebihi kapasitas sekalipun. murid/mahasiswa yang masuk lewat jalur prestasi semakin diperkecil persentasenya. bikin susah!
lantas bagaimana? bagi pahlawan-pahlawan pendidikan yang sedang berjuang, tetap istiqomah. mari kita berjuang dalam lingkar pengaruh kita masing-masing untuk mengambalikan tujuan dasar pendidikan kearah humanisasi dan pembebasan dari ketertindasan. kita bentuk limited group2, hidupkan diskusi agar terbentuk orang2 yang berpikir bebas. kita dorong terciptanya sekolah-sekolah berbasis komunitas dan tentu saja murah, yang melibatkan masyarakat itu sendiri.
swell
1 year ago
0 comments:
Post a Comment