<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782</id><updated>2011-11-10T16:49:20.121+07:00</updated><category term='motivasi-an'/><category term='Pendidik-an'/><category term='Pemasar-an'/><category term='Cerpen-an'/><category term='Kampus-an'/><title type='text'>mastobing chaniago</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-8022203207760550</id><published>2009-04-18T18:22:00.001+07:00</published><updated>2009-04-18T18:23:52.335+07:00</updated><title type='text'>Mahasiswa jadi caleg?</title><content type='html'>Pemilu kali ini sungguh semarak dan meriah dibandingkan dengan pemilu sebelumya. semarak dengan jumlah partai yang banyak dan juga jumlah caleg yang puluhan kali lebih banyak dari jumlah penduduk dikampung saya serta meriah oleh atribut kampanye mulai dari poster, spanduk baliho, bendera dll. negeri ini sudah jadi negeri umbul-umbul. Bayangan akan indahnya jadi anggota legislatif membuat banyak orang seperti semut mencium bau madu. realitas ini bisa membanggakan, namun juga memprihatinkan. membanggakan karena demokrasi dinegeri ini menuju arah yang semakin baik (indikator keterlibatan politik masayarakat).  memprihatinkan, karena bisa saja faktor kesulitan ekonomi, mentalitas instan membuat orang memilih jalan singkat, pintas untuk jadi tenar, terkenal dan berkecukupan. ekstasi akan hidup mewah, glamor sungguh melenakan. menjadi caleg laksana ikut idol. &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semua lapisan masyarakat, berlomba dalam pesta demokrasi ini. pengusaha, artis, tukang becak, tukang koran, ibu rumah tangga, dosen hingga mahasiswa seakan tidak ingin Cheese yang nikmat ini hanya dicicipi orang lain. tentu ini bagus, ada kompetisi. dan kompetisi akan menghasilkan kemajuan. Progress. namun, janganlah kita lupa kompetisi juga punya produk lain, kehancuran. hidup dan kehidupan  memang kontradiksi.&lt;br /&gt;Mahasiswa dalam pandangan saya, adalah orang atau sekelompok orang yang berproses dalam pencarian nilai-nilai. bersikap atas ilmu, pemahaman dan prinsip yang dipegang. kampus adalah wadahnya. bagi saya, mahasiswa bukan Agent of Change  atau agen perubahan seperti yang sering dikoarkan. mahasiswa adalah penentu arah perubahan. semua orang, kalangan bisa jadi agen perubahan, bisa jadi aktor perubahan. tapi hanya mahasiswa yang bisa menentukan kemana arah perubahan itu. dengan nilai-nilai yang bebas yang melekat pada diri mereka.&lt;br /&gt;Mahasiswa jadi calon anggota legislatif, Sah-sah saja. dalam Undang-Undang Pemilu no 10 tahun 2008 tidak disebutkan bahwa mahasiswa dilarang untuk jadi calon legislatif (syarat tamatan SMA sederajat). hanya saja mahasiswa memiliki posisi yang berbeda dengan caleg dari kalangan lain. perbedaan terletak pada idealisme mahasiswanya. hal ini bukan suatu hal yang mudah, dilematis. ada benturan antara sistem, nilai serta budaya di legislatif dengan idealisme yang dibawa mahasiswa saat masuk kedalam sistem tersebut. pertanyaannya tentu, apakah mahasiswa tersebut mampu mempertahankan idealisme? prinsip-prinsip moral yang dipegangnya selama ini? dan dalam pandangan saya, hal itu merupakan sesuatu yang sangat sulit, kalau tidak bisa dikatakan tidak mungkin. bisa dilakukan ketika semua anggota legislatif sejalan dan juga mau menjalankan nilai-nilai yang dibawa mahasiswa tersebut. ini juga sangat sulit. terutama bagi mahasiswa yang jelas-jelas adalah ‘anak baru’ di legislatif.&lt;br /&gt;Banyak faktor menurut pendapat saya, yang mendorong mahasiswa menjadi calon anggota legislatif. pertama, pencarian wadah. mahasiswa yang menjadi caleg adalah mahasiswa yang aktif dan pernah aktif diorganisasi. ketika mahasiswa tidak lagi punya tempat untuk menuangkan ide, berkreasi dalam organisasi, maka dia akan kehilangan wadah dan akan berusaha mencari wadah baru, legislatif salah satunya. hal ini juga bisa menunjukkan bahwa mahasiswa merasa organisasi kampus tidak lagi memberikan ruang bebas bagi sebuah pergerakan. &lt;br /&gt;Kedua, keyakinan bahwa perbaikan harus dilakukan dari dalam. ketika kecewa dengan sistem yang ada sekarang, dan ketidakmampuan untuk merubah dari luar, keinginan untuk perbaikan langsung dari dalam sistempun muncul. niat suci yang lebih sering berakhir jadi sekedar pemanis kata. aktivis 1998 mayoritas duduk jadi anggota legislatif. alasan awal juga sama, perbaikan sistem harus dari dalam. namun, tak sedikit yang benar-benar memanfaatkan anugerah yang diberikan tuhan kepada manusia, lupa. kepentingan partai politik, kenikmatan fasilitas yang diperoleh, kesibukan mencari jaringan adalah bagian dari penyebab kelupaan dan melupakan tersebut. &lt;br /&gt;Ketiga, perjuangan ideologi. setiap mahasiswa memiliki nilai-nilai yang dia yakini, prinsip yang dia pegang, begitupun organisasi tempat mereka bernaung. ideologi, nilai dan prinsip inilah yang memberikan kekuatan untuk terus bergerak, mengasah kemampuan, mengkomunikasikan pada orang lain, dan menyebarluaskannya. dari ideologi diri, ideologi organisasi dan berharap jadi ideologi bangsa dengan jalan jadi anggota legislatif. dan dalam hal ini dorongan organisasi jauh lebih kuat daripada dorongan atau motivasi dari mahasiswa (caleg) itu sendiri.&lt;br /&gt;Selain ketiga alasan diatas, bayangan akan karir yang bagus ketika menjadi anggota legislatif, perbaikan ekonomi, tuntukan hidup yang lebih layak, dorongan bagi keluarga, citra diri, juga menjadi faktor yang tidak kala penting, dan mungkin merupakan faktor utama yang mendorong mahasiswa ikut terlibat dalam perebutan kursi legislatif. seperti kata maslow, hal pertama yang dipenuhi manusia adalah kebutuhan memertahankan hidup.&lt;br /&gt;Namun, apapun yang menjadi faktor pendorong mahasiswa menjadi calon legislatif, yang terpenting adalah anggota legislatif yang terpilih nanti adalah wakil rakyat yang tau diri. tau kalau mereka wakil rakyat, tau kalau mereka hidup dari uang rakyat. kalau wakil rakyat &amp; pemimpin di negeri ini tau diri saya yakin bangsa ini bisa berubah kearah yang lebih baik, jadi bangsa yang berpendidikan, bangsa yang bangga akan nilai-nilai moral yang diwariskan leluhurnya, bangsa yang tidak latah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-8022203207760550?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/8022203207760550/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=8022203207760550&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/8022203207760550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/8022203207760550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2009/04/mahasiswa-jadi-caleg.html' title='Mahasiswa jadi caleg?'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-6502567997690957217</id><published>2009-02-23T19:03:00.003+07:00</published><updated>2009-02-23T19:43:28.480+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidik-an'/><title type='text'>UU BHP,,akhirnya...</title><content type='html'>Undang-undang Badan Hukum Pendidikan telah disahkan dengan nomor 9 tahun 2009. namun perdebatan terus berlanjut. pro dan kontra. mendukung dan menolak. apa sebenarnya yang menjadi subtansi dalam undang-undang ini? beberapa minggu kemarin, saya menjadi moderator dalam diskusi panel Undang-undang badan Hukum Pendidikan yang menghadirkan ketua pansus UU BHP sekaligus ketua komisi X DPR RI. muncul berbagi pendapat, pertanyaan bahkan pernyataan disana.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;sifatnya yang nirlaba tapi membuka peluang investasi dalam bentuk portofolio saham (pasal 41) memperkuat kesan pasal dalam undang-undang ini adalah pasal karet. komersialisasi pendidikan sepertinya sudah tidak terelakkan. memang, dunia penfifikan kita sudah lama 'diperdagangkan'. namun, undang-undang ini menjadi alat untuk melegalkan itu semua. dan yang menarik, ketua pansus sendiri mengatakan 'saya, kalau diposisikan sebagai panelis disini, juga akan mengkritik undang-undang itu sendiri.' lho..kok! agak aneh memang, mensahkan aturan yang dia tau aturaqn tersebut banyak salahnya.&lt;br /&gt;entahlah, saya bukan pakar hukum, namun secara umum dan secara nilai dan filosofi pendidikan saya jelas mendukung di judicial review. karena ini menyanngkut masa depan anak bangsa. karena (dalam keyakinan saya), pendidikan adalah kunci maju tidaknya sebuah bangsa. semoga, para pemimpin kita, diberikan kelapangan hati dan pikiran untuk tidak 'menjual' bangsa ini atas nama kemajuan, dan gengsi apda negara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-6502567997690957217?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/6502567997690957217/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=6502567997690957217&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/6502567997690957217'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/6502567997690957217'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2009/02/uu-bhpakhirnya.html' title='UU BHP,,akhirnya...'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-3562947478074466480</id><published>2009-01-15T11:59:00.003+07:00</published><updated>2009-01-15T12:36:50.325+07:00</updated><title type='text'>bela kemanusiaan atau bela negara?</title><content type='html'>tertuju ke palestina. perang antara palestina dan israel menjadi headline pemberitaan di seluruh media. simpatikpun berdatangan terutama dari negara-negara yang mayoritas pendduduknya muslim. termasuk Indonesia. demonstrasi mengecam kekejaman israel muncul dari seluruh penjuru nusantara, penggalangan dana dilakukan ,hingga ada yang berniat untuk mengirim sukarelawan perang ke jalur gaza. bendera palestina dikibarkan berdampingan dengan merah putih (kadang cuma bendera palestina), bendera Israel di bkar, dirobek,  dan direndahkan. atas nama apa semua simpatik yang ditunjukkan ini? kemanusiaankah? atau agama? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;bagaimana jika posisinya, Palestina sebagai penjajah dan israel yang terjajah? masihkah ada simpatik seperti sekarang ini? kita bisa bersimpati, kita harus peduli, tapi ketika bendera Palestina dikibarkan di negeri ini. saya pikir simpati yang kita berikan sudah salah arah, bukan lagi atas nama kemanusiaan, bukan lagi korban perang, tapi kita telah mengelu-elukan negara orang lain. bukan lagi atas nama kemanusiaan, tapi kita suda jadi 'warga negara' Palestina yang ikut program wajib militer untuk bela negara. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-3562947478074466480?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/3562947478074466480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/3562947478074466480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2009/01/bela-kemanusiaan-atau-bela-negara.html' title='bela kemanusiaan atau bela negara?'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-6332654981788640333</id><published>2008-11-25T19:08:00.004+07:00</published><updated>2009-01-07T08:46:53.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidik-an'/><title type='text'>standarisasi yang ngelantur..</title><content type='html'>Perubahan yang begitu cepat bahkan sangat cepat membuat banyak Negara yang tidak siap merasa keteteran. Termasuk Indonesia. Dalam dunia pendidikan kita berada satu peringkat dibawah Thailand. Ironis memang. Tapi bukan itu yang terpenting. Human Development Indeks bukanlah suatu standar yang harus kita kejar. Bukan rangking yang lantas menjadikan kita menjadi bangsa yang bermartabat. Toh itu hanya masalah angka saja bukan?. Tapi pemerintah kita ternyata ikut terbius dengan angka-angka yang jadi standar dunia itu. Lantas, masih demi angka pemerintah mengeluarkan Standar pnedidikan di Indonesia. Standar ini diukur melalului nilai rata-rata ujian nasional. Setiap tahun standar semakin ditinggikan. Dan benar, semakin tinggi standar yang dberikan semakin tinggi tingkat kelulusan. Hebat bukan? &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja prestasi itu tidak didapat begitu saja. Dampaknya jelas, pemerintah daerah bersama diknas dan kepala sekolah hingga guru memutar otak agar daerah dan sekolah mereka tidak masuk kedalam ‘kotak’. Menjadi sekolah dengan tingkat kelulusan terendah. Berbagai cara dilakukan. Berbagai pihak diuntung. Tapi hanya siswa yang dirugikan.&lt;br /&gt;Bimbingan belajar mulai menjamur. Menawarkan berbagai jasa cara intensif dan singkat lulus UN. Tentu ada biaya yang tidak kecil untuk itu. Bagi mereka yang tidak sanggup-secara financial-dapat mengikuti bimbingan belajar yang dilaksanakan oleh pihak sekolah yang juga tidak gratis, walau memang tak mahal. Kecuranganpun tak terelakkan bahkan dihalalkan. Untuk apa? tentu untuk nama baik, prestise (bukan prestasi). Sudah menjadi rahasia umum, guru memberikan jawaban UN kepada murid yang katanya atas perintah kepala sekolah yang diperintah oleh Diknas yang mendapat mandat dari bupati/walikota yang patuh pada Gubernur. Agar terkesan jujur, pak polisi pun dilibatkan untuk mengawal soal hingga ketangan para siswa. Oh Tuhan, ampunilah dosa yang tersistematis dan berjamaah ini…amin. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-6332654981788640333?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/6332654981788640333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=6332654981788640333&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/6332654981788640333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/6332654981788640333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/11/standarisasi-yang-ngelantur.html' title='standarisasi yang ngelantur..'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-5977843898838983703</id><published>2008-10-31T20:31:00.003+07:00</published><updated>2009-01-07T09:02:38.021+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidik-an'/><title type='text'>Guru adalah nabi?</title><content type='html'>dalam sebuah pemberitaan di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;padang ekspres&lt;/span&gt; kemarin (jum'at, 31 oktober 2008) disebutkan bahwa dinas pendidikan kota Sawalunto mulai januari 2009 akan menerapkan sistem belajar sehari penuh disekolah. yang membuat miris adalah pernyataan sang kepala dinas yang mengatakan bahwa guru adalah nabi yang tak pernah salah. "guru itu diibaratkan seorang nabi (rasul) yang memberikan pencerahan bagi keselamatan ummatnya. Guru adalah segala-galanya dan merupakan kunci utama yang sangat menentukan bagi keberhasilan dunia pendidikan tersebut". lanjutnya. sungguh sangat disayangkan jika paradigma seorang kepala dinas pendidikan masih memandang murid sebagai objek pendidikan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;program sekolah sehari penuh hanya akan memperlebar jurang dunia pendidikan dengan realitas kehidupan yang ada dalam masyarakat. murid akan menjadi kaum elitis dengan ilmu yang melangit tanpa kemampuan untuk memberikan solusi dan bahkan akan membuat mereka gamang saat memasuki kehidupan nyata.&lt;br /&gt;sungguh tidak salah kiranya anekdot yang mengatakan bahwa sekolah adalah penjara. penjara kreatifitas, penjara bagi pemikiran bebas. dengan menjadikan guru sebagai pusat ilmu, berarti kita kembali kemasa feodalisme. pendidkan doktrin! dan ini akan menciptakan kekerasan intelektual.&lt;br /&gt;secara budaya, minang yang memiliki pepatah&lt;span style="font-style:italic;"&gt; 'alam takambang jadi guru'&lt;/span&gt; hanya akan tinggal slogan dan kenangan masa lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PETISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEPADA PARA PEMERHATI DAN ORANG2 YANG MASIH PEDULI DENGAN GENERASI BANGSA, JANGAN BIARKAN PROGRAM PEMBODOHAN INI TERJADI!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-5977843898838983703?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/5977843898838983703/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=5977843898838983703&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5977843898838983703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5977843898838983703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/10/guru-adalah-nabi.html' title='Guru adalah nabi?'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-3233290620411672118</id><published>2008-09-08T20:26:00.002+07:00</published><updated>2008-09-08T20:31:39.364+07:00</updated><title type='text'>Hakim</title><content type='html'>Panas sekali hari ini. matahari begitu terik menyilaukan. tidak seperti hari-hari lain. hari ini matahari seperti ingin menunjukkan kuasanya agar semua makhluk dimuka bumi merasakan panasnya. tak kecuali Nea. dia merasa seperti di neraka. walaupun dia belum pernah dan berharap tidak akan pernah kesana. dia hanya tahu dari guru mengajinya waktu kecil bahwa neraka itu panas. dia belum pernah bertemu dengan orang yang pulang dari neraka dan berkata bahwa neraka itu memang panas. kadang dia berpikir bagaimana kalau ternyata neraka itu dingin seperti es. bek usebeku bekunya beku. membuat segala yang masuk atau dimasukkan kedalamnya jadi beku. namun dia tidak terlalu ambil pusing dengan hal itu. masalah neraka biar menjadi urusan ustadz atau para tua bangka yang uzur dan bau tanah saja. yang pasti hari ini memang kelewat panas. apalagi buat kulitnya yang halus.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ini kali pertama dia kepasar loak. tidak seperti supermarket atau mall yang nyaman dan sejuk yang biasa dia kunjungi. pasar ini begitu pengap. penuh sesak. berdebu dan kotor. ingin rasanya dia putar haluan berbalik arah dan pulang kerumah. rumah, Nea jadi ingat kamarnya yang nyaman ber AC. seperai putih dan kasur empuk. nonton film, mendengarkan musik atau sekedar membaca majalah mode melihat-lihat model pakaian terbaru sambil minum jus apel kesukaannya yang bisa dia minta pda pembantu melalui telepon yang tersambung paralel keseluru bagian rumah termasuk dapur tempat pembantu berada. tanpa harus turun dari tempat tidur. alangkah nikmatnya membayangkan itu semua. apalagi setelah memandang sekilas wajahnya di kaca spion tengah mobil. kulit wajah yang begitu halus dan lembut. hasil kerjasama antara jus buah yang diminum tiga kali sehari. kosmetik dari berbagai merk dan negara serta mandi susu dua kali seminggu. Nexa memang bukan seperti orang-orang yang berada di pasar loak itu yang menjadikan susu sebagai barang mewah. bahkan walau untuk sekedar diminum. bagi Nea susu bukan sekedar pelengkap menu empat sehat agar sempurna jadi lima. tapi lebih dari itu. susu bisa digunakan untuk pembasuh tubuh dn setelah itu dibuang. tapi dia harus membeli barang itu. dan hal ini membuatnya tersiksa.&lt;br /&gt;dengan malas dipaksakannya dirinya turun dari mobil. sambil menjijing tas kecil yang biasa dia bawa kemana-mana. dia berjalan menyusuri pasar itu. orang begitu ramai berdesakan. suara teriakan para penjual buah yang meneriaki setiap orang yang lewat seperti meneriaki maling membuat kepalanya jadi tambah pusing. sudah setengah jam lebih dia berputar mengitari pasar. tapi barang yang dia cari belum juga dapat. dia bertanya hampir kesetiap toko. tapi sia-sia. dia berhenti sejenak. melihat sekeliling. menakar dimana kira-kira toko yang menjual barang tersebut. namun tiba-tiba matanya berpapasan dengan mata lain. mata seorang lelaki yang menatapnya begitu dalam. Nea mengalah. dia berpaling dari mata lelaki itu. dilanjutkannya pencarian. tapi hatinya mulai resah. dia teringat pesan temannya agar hati-hati kalau kepasar loak. disana banyak maling. tas kecil yang dia bawa diapitnya lebih kuat. dia sudah sangat lelah. akhirnya diputuskannya untuk pulang saja. saat berbalik arah Nea kaget. lelaki yang memandangnya tadi sudah berada tepat dihadapannya. Nea panik. dia gugup dan...&lt;br /&gt;"maliiinggg....!" Nea berteriak sekencang mungkin. dalam sekecap orang-orang yang berada disekitar itu berkerumun menghampirinya.&lt;br /&gt;"mana..mana, mana malingnya?" tanya mereka pada Nea.&lt;br /&gt;"itu!" spontan dia menunjuk lelaki itu.&lt;br /&gt;lelaki yang ditunjuk Nea sebagai maling itu langsung kelagapan. lelaki itu berusaha untuk lari tapi sia-sia. kerumunan orang tadi sudah lebih dulu menagkapnya dan langsung memberikan pukulan mulai dengan tangan, kaki hingga balok mendarat dikepala lelaki itu. darah mengalir disekujur tubuhnya. bahkan mukanyapun hampir tak dapat dikenali lagi. orang-orang yang memukulinya lebih beringas dari macan yang dapat mangsa setelah tidak makan selama berbulan-bulan. bahkan setanpun akan gematar meihat wajah mereka. timbul juga rasa kasihan dihati Nea. dia berusaha melerai dan mendekati lelaki itu. mulut lrelaski itu bergetar seperti hendak mengatkan sesuatu. Nea menjongkok dan mendekatkan telinganya kemulut lelaki itu. sayup-sayup Nea mendengar ucapannya&lt;br /&gt;"ini dompet mbak.." lelaki itu menjulurkan tangannya dan menyerahkannya pada Nea.&lt;br /&gt;"say..a..men..jatuh..diparkir.." lelaki itu mejelaskan dengan suara putus-putus karena menahan rasa sakit. Nea tiba-tiba teringat waktu dia turun dari mobil. Dia begitu tergesa-gesa saat mengambil tas kecil yang didalamnya ada dompet. dia menarik tas itu begitu saja hingga menghantam tepi pintu mobilnya. seketika tulangnya terasa lemas. tak henti Nea mengucap maaf pada lelaki itu. tapi sia-sia. lelaki itu menghembuskan nafas terakhirnya di pangkuan Nea. dia menangis. Nea begitu menyesal. dia merasa telah menjadi hakim yang menjatuhkan vonis hukuman mati pada orang yang tidak bersalah. pada lelaki yang disebut maling bukan karena dia memang maling, tapi karena di teriaki sebagai maling. dan dialah yang meneriaki itu. tubuh Nea terasa kaku. dunia dilihatnya mulai terasa gelap. hanya air mata yang jatuh membasahi pipinya yang halus itu sebelum akhirnya dia pingsan tak sadarkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang, 17 April 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-3233290620411672118?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/3233290620411672118/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=3233290620411672118&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/3233290620411672118'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/3233290620411672118'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/09/hakim.html' title='Hakim'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-5290237538095187106</id><published>2008-09-08T20:20:00.002+07:00</published><updated>2008-09-08T20:25:44.599+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Cerpen-an'/><title type='text'>Hanya Diam</title><content type='html'>Tangannya mengunci pintu rumah. sebuah tas besar menempel di bahu kiri dan tas kecil menempel di bahu kanan. Di bibirnya terselip sebatang rokok yang belum menyala. kakinya melangkah menyusuri jalan kompleks kampus dimana dia tinggal dan kuliah. dia menoleh kebelakang, menatap dalam-dalam bangunan kokoh kampus itu, seperti hendak melepas semua kenangan. kenangan akan kebersamaan dengan teman-teman sesama aktivis, terutama kenangannya akan Dinda. Dinda adalah cinta, jiwa dan nafas baginya. dan Dinda jugalah yang menjadi alasan kepergiannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Selimut raksasa hitam masih setia menaungi angkasa. Rintik hujan mulai jatuh bagai jutaan jarum emas yang menghujam bumi. orang-orang mencari tempat untuk berteduh. tapi dia teris berjalan. Diciumnya aroma hujan yang memberi semangat untuk memenuhi panggilan sang kekasih. "ada hal penting yang hendak Dinda bicarakan." Sepotong kalimat dalam percakapan melalui telepon itu, mendorongnya untuk lebih mempercepat langkah.&lt;br /&gt;"sebaiknya kita jangan terlalu sering bertemu." Dinda mulai membuka percakapan.&lt;br /&gt;"saat ini Dinda ingin lebih konsentrasi kuliah." &lt;br /&gt;"dan Dinda juga ingin menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga"&lt;br /&gt;"kebersamaan kita yang terlalu sering, telah merampas itu semua." Dinda bicara terus tanpa menoleh sedikitpun padanya. dan dia hanya diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melambaikan tangan ketika melihat bus bandara melintas. hiruk-pikuk pengunjung bandara menyapa hangat telinganya. para tukang angkut berlari kearah bus yang dia tumpangi. mereka berebut menawarkan jasa pada para penumpang. dia melangkah menuju loket, dibelinya tiket untuk keberangkatan pukul satu siang. dia melirik arloji di tangan kanannya, baru jam sebelas. waktu yang cukup lama untuk menunggu keberangkatan. dihampirinya tempat duduk yang ada di lobby bandara. di sebelahnya duduk sepasang kekasih yang saling berangkulan. seperti hendak berpisah untuk waktu yang cukup lama. ditangan sang gadis, terselip setangkai bunga matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"abang suka bunga apa?" Dinda tiba-tiba bertanya.&lt;br /&gt;"pasti mawar. cowok kan biasanya suka bunga mawar!" &lt;br /&gt;"kalau Dinda sukanya bunga matahari"&lt;br /&gt;"soalnya bunga matahari itu perlambang kesetiaan. komitmen pada tujuan. walau dimalam hari ada cahaya rembulan yang begitu indah, dia tidak pernah berpaling. dia selalu setia menunggu pagi untuk dapat bertemu kekasihnya. matahari."&lt;br /&gt;"Dinda ingin seperti bunga itu."&lt;br /&gt;"setia menunggu datangnya seseorang. seseorang yang kepadanyalah cinta dan hidup akan Dinda serahkan." Dinda menjelaskan. dan Dia hanya diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara operator bandara yang terdengar melalui pengeras suara, mengagetkannya. waktunya chek in, Dia berjalan melewati petugas, diletakkanya barang bawaan di atas alat detektor x-ray. setelah semuanya selesai, dia berjalan menuju lantai dua, tempat dimana ruang tunggu penumpang berada. sebentar lagi berangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"Dinda sudah bicarakan dengan keluarga tentang hubungan kita."&lt;br /&gt;"mereka tidak setuju dan tidak akan pernah setuju."&lt;br /&gt;"soal alasannya, biarlah menjadi rahasia Dinda."&lt;br /&gt;"yang jelas Dinda tidak punya kuasa atas diri dan masa depan Dinda, semuanya ada di tangan keluarga. dan Dinda hanya bisa patuh."&lt;br /&gt;"Dinda harap abang bisa mengerti." suara Dinda terdengar berat. Dia menatap dalam-dalam pada Dinda, ada kesedihan dalam garis-garis wajah kekasihnya itu. dan dia hanya diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia berdiri dari tempat duduknya. ditariknya nafas dalam-dalam dan menghembuskannya kuat-kuat. seperti hendak mengusir jauh kenangan dan rindu yang memadat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;"lupakanlah Dinda."&lt;br /&gt;"Dinda tidak mungkin lagi mempertahankan hubungan ini."&lt;br /&gt;"masalahnya tidak lagi sebatas cita-cita dan keluarga Dinda. tapi, ini masalah perasaan."&lt;br /&gt;"Dinda tidak punya perasaan apa-apa lagi, Dinda tidak mencintai abang lagi." Dinda menelan ludah, suaranya serak. matanya berkaca-kaca. dan Dia hanya diam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia melangkah menuju pintu pesawat. Dia akan pergi. tapi tidak pernah benar-benar pergi. sebagian dari dirinya akan tetap tinggal. menemani sejarah. sejarahnya dengan Dinda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padang, Februari 2007&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-5290237538095187106?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/5290237538095187106/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=5290237538095187106&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5290237538095187106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5290237538095187106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/09/hanya-diam.html' title='Hanya Diam'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-4647539970307229717</id><published>2008-08-25T22:43:00.004+07:00</published><updated>2008-08-25T23:45:21.313+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pendidik-an'/><title type='text'>Gelas Kosong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SLLgOIs9e-I/AAAAAAAAAAo/8PKKpeesJJI/s1600-h/gelas.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SLLgOIs9e-I/AAAAAAAAAAo/8PKKpeesJJI/s320/gelas.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5238495850044160994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;pendidikan sekarang benar-benar semakin jauh dari tujuan pendidikan itu sendiri. prinsip humanisasi sudah terkikis dengan rapi. ah, begitu membiuskah harta itu? hingga pendidikan pun jadi barang dagangan? spanduk dan brosur lembaga pendidikan bertebaran dimana-mana. masing-masing menawarkan 'produk' beserta keunggulan dan tak lupa harganya. seperti menu martabak saja. anda mau rasa apa? semua ada! mau yang biasa, sedang atau spesial? tentu ada harga yang harus anda bayarkan untuk itu. dari TK hingga ke Universitas. mahal? tentu! kalau anda miskin, sudahlah nikahkan saja anak anda, kali-kali dapat suami/istri anak pejabat, atau anak pensiunan BI. tak usah sekolah. karena sekolah bukan untuk orang susah!&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;tidak hanya sampai disitu. setelah masuk kuliah, malah makin parah. coba saja baca visi dan misi perguruan tinggi-baik negeri apalagi swasta-yang ada di Indonesia, isinya hampir sama 'mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini'. kalau saya boleh sedikit memperjelas bahasanya kira-kira begini 'mencetak budak-budak untuk kepentingan para kapitalis'. murid/mahasiswa tak ubahnya seperti gelas kosong. terserah yang mengisi maunya apa. kalau yang mengisi suka minum tuak, ya tuak lah isi gelas itu, yang ngisi lagi pengen anggur, ya anggurlah isi gelas itu. dan sigelas hanya bisa menerima. tak ada pilihan. tak bisa memilih, apalgi menolak!&lt;br /&gt;dan ternyata masih berlanjut. para pakar pendidikan yang gelarnya lebih panjang dari ekor kudapun, mendukung komersialisasi pendidikan ini. bahkan menjadi dalang sekaligus pemain dalam pementasan wayang pendidikan komersil itu sendiri. berbagai strategipun dijalankan. murid/mahasiswa yang masuk lewat jalur 'TOL' pun semakin ditingkatkan persentasenya. tujuannya jelas, sebagai sumber dana yang menggiurkan. tak perduli, walau melebihi kapasitas sekalipun. murid/mahasiswa yang masuk lewat jalur prestasi semakin diperkecil persentasenya. bikin susah!&lt;br /&gt;lantas bagaimana? bagi pahlawan-pahlawan pendidikan yang sedang berjuang, tetap istiqomah. mari kita berjuang dalam lingkar pengaruh kita masing-masing untuk mengambalikan tujuan dasar pendidikan kearah humanisasi dan pembebasan dari ketertindasan. kita bentuk limited group2, hidupkan diskusi agar terbentuk orang2 yang berpikir bebas. kita dorong terciptanya sekolah-sekolah berbasis komunitas dan tentu saja murah, yang melibatkan  masyarakat itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-4647539970307229717?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/4647539970307229717/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=4647539970307229717&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/4647539970307229717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/4647539970307229717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/08/pendidikan-sekarang-benar-benar-semakin.html' title='Gelas Kosong'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SLLgOIs9e-I/AAAAAAAAAAo/8PKKpeesJJI/s72-c/gelas.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-7322398350173507656</id><published>2008-07-06T23:20:00.004+07:00</published><updated>2008-07-06T23:52:41.933+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi-an'/><title type='text'>Ingin dan Harap</title><content type='html'>sepanjang kehidupan kita, selalu ada keinginan dan harapan. bahkan itulah alasan kita untuk tetap 'rela' hidup di dunia ini. namun, kadang atau bahkan sering, apa yang kita inginkan melencang jauh dari apa yang kita peroleh. malah tidak jarang kita merasa tidak memperoleh apapun kecuali kekecewaan.&lt;br /&gt;sekali waktu saya mencoba 'mengistirahatkan' sejenak hidup saya. membuka kembali lembar demi lembar catatan perjalanan hidup yang kebanyakan tidak menyenangkan. huruf demi hurup saya eja.&lt;span class="fullpost"&gt; saya evaluasi, saya gali kembali lembaran yang sudah lama tersimpan. oh, betapa kagetnya saya, diantara banyaknya kegagalan dan ketidakmampuan mendapatkan yang saya inginkan, ada sebuah keberhasilan yang menyenangkan. &lt;br /&gt;keberhasilan dikala saya masih melihat dunia sebatas sekolah dan bermain (sepertinya, masih begitu), keberhasilan saya medayung sepeda kecil tanpa roda bantu. ya, saya bisa naik sepeda! saya baca ulang catatan itu, mengapa saya bisa naik sepeda? pertama, saya mau belajar naik sepeda, kedua; saya melihat diri saya tak henti berdo'a pada Tuhan agar saya diberi kemampuan menaiki sepeda dan terpenting, saat saya melihat kedalam hati kecil saya di masa saya kecil, ternyata saya benar-benar menginginkan untuk bisa naik sepeda. &lt;br /&gt;ya, rupanya inilah kunci keberhasilan itu. kunci mendapatkan ingin dan harap itu. kita harus benar-benar menginginkannya! karena saat kita benar-benar menginginkanya, maka seluruh jagat raya akan bersatu padu untuk mewujudkannya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-7322398350173507656?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/7322398350173507656/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=7322398350173507656&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/7322398350173507656'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/7322398350173507656'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/07/ingin-dan-harap.html' title='Ingin dan Harap'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-3829386854075894022</id><published>2008-06-30T12:40:00.015+07:00</published><updated>2008-06-30T13:51:39.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='motivasi-an'/><title type='text'>Belajar dari Keladai</title><content type='html'>kita paling tidak suka jka dikatakan seperti keladai (dalam fisik maupun sifat). keledai selalu dikonotasikan sesuatu yang pandir, bodoh. dan pepatah paling populer tentang keledai adalah: "keledai tidak jatuh dua kali dalam lubang yang sama". ada beberapa interpretasi yang saya lihat yang tentu saja dari sudut pandang pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. keledai sering jatuh&lt;br /&gt;2. keledai suka lubang&lt;br /&gt;3. keledai hebat dalam mengidentifikasi (tau beda antar lubang)&lt;br /&gt;4. keladai suka jalan-jalan/bergerak&lt;br /&gt;5. keledai tidak suka lewat jalan yang sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari interpretasi dan pemaknaan diatas, saya jadi mulai tidak yakin kalau kita-manusia- bisa lebih baik dari keledai. bahkan untuk 'sama' pun rasanya sangat sulit. mari kita bandingkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. keledai sering jatuh&lt;br /&gt;tiap orang di bumi ini pasti pernah, atau bahkan sering mengalami 'jatuh' dalam kehidupan. sampai disini kita masih sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. keledai suka lubang&lt;br /&gt;lubang dalam kehidupan kita berarti tantangan. keledai menyukai tantangan. semetara banyak diatara kita yang takut terhadap tantangan. kalau bagi orang bisnis, takut risiko. high risk high return lebih sering tinggal sebagai slogan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. keledai hebat dalam mengidentifikasi (tau beda antar lubang)&lt;br /&gt;kita sering sulit membedakan antara kesalahan/masalah maupun tantangan yang pernah kita alami dan hadapi dalam hidup ini. sehingga, saat masalah dan tantangan yang sama  datang, kita lupa bahwa kita pernah 'jatuh' disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. keledai suka jalan-jalan&lt;br /&gt;jalan-jalan berarti bergerak. keladai enggan diam. dan kita lebih sring terlena dengan kemapanan. malas untuk bergerak. malas atau bahkan takut untuk berubah. kita sering tidak siap dengan konsekuensi dari sebuah perubahan. kita lebih memilih memertahankan status quo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. keledai tidak suka lewat jalan yang sama&lt;br /&gt;keledai benci rutinitas. keledai meyukai sesuatu yang baru. kita justru lebih sering terjebak atau men-jebak-kan diri (karena takut akan perubahan) dalam rutinitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jadi, bagi anda yang pernah dikatai seperti keledai, berbanggalah. setidaknya anda sudah lebih maju dibanding kebanyakan orang (termasuk yang mengatakan anda keledai) yang bahkan lebih buruk dari keledai.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-3829386854075894022?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/3829386854075894022/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=3829386854075894022&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/3829386854075894022'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/3829386854075894022'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/06/belajar-dari-keladai.html' title='Belajar dari Keladai'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-5105691735539807438</id><published>2008-02-26T12:17:00.006+07:00</published><updated>2008-03-03T17:35:23.716+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kampus-an'/><title type='text'>Mental Copy Paste</title><content type='html'>Salah satu dari tiga unsur dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah penelitian. Dan penelitian merupakan satu ciri kaum inteletual (mahasiswa). Sekurang-kurangnya mahasiswa melakukan penelitian satu kali sepanjang studinya &lt;span class="fullpost"&gt;yaitu dalam penyusunan skripsi yang akan diajukan sebagai syarat untuk mendapatkan gelar kesarjanaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum tujuan dari penelitian ilmiah adalah mencari kebenaran secara objektif sesuai dengan kenyataan dengan cara atau metode yang sistematis. Dan untuk mecari kebenaran ilmu, kejujuran merupakan syarat mutlak yang harus dijunjung tinggi oleh seorang peneliti.Tanpa itu, penelitian tidak bisa dipertanggung jawabkan hasilnya, akan diragukan keabsahannya. Dan dampak kebohongan dari sebuah penelitian akan berlanjut pada penelitian berikutnya karena penelitian merupakan sebuah proses. Sesuatau yang tidak akan pernah final.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kampus saya, merupakan hal yang lazim kalau mahasiswa mencatat ulang atau mem photo copy skripsi. Ini memang bukan masalah kalau skripsi yang dicatat dugunakan sebagai rujukan. Tapi tidak begitu adanya. Skripsi orang lain yang dicatat atau di copy dipindahkan mentah-mentah kedalam skirpisi yang sedang dia susun. Bahkan bukan hanya mahasiswa S1. tapi juga fenomena ini terjadi dikalangan mahasiswa S2. master. seorang Teman terpaksa mengulang ujian komprehensif (sidang skripsi) karena dalam skripsi yang dia paparkan bertentangan dengan kondisi sesunggunya. Memalukan tentu saja. lain lagi cerita mahasiswa S2 yang sedang meneliti tentang kinerja sebuah bank. pada saat ujian ditemukan tulisan mengenai kinerja guru smk. buruk!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, banyak juga para mahasiswa yang memanipulasi data penelitian. ini terjadi saat pengolahan, data tesebut tidak valid. agar data yang diperoleh valid, maka manipulasi data diambil sebagai jalan keluar. Ada juga, yang menggunakan instrumen wawancara tapi dalam skripsi tidak dimasukkan isi dan hasil wawancara. kenapa?, karena memang tidak pernah melakukan wawancara kepada responden yang diteliti. wawancara hanya digunakan untuk memperbayak daftar instrumen yang digunakan dalam skripsi. dan lebih ironis lagi dosen penguji maupun dosen pembimbing seperti membiarkan itu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dibutuhkan 10 orang pemuda untuk merubah dunia ini, kata soekarno. Dan saya yakin bukan pemuda yang bermental copy paste yang dimaksud. semoga ini hanya tejadi dikampus saya saja. Tapi jika mahasiswa yang merupakan kaum intelektual yang diharapkan membawa bangsa ini kearah yang lebih baik ternyata bermental seperti itu, bermental pembohong dan manipulatif, akankah masih ada harapan untuk masa depan bangsa yang lebih baik? kepada siapa lagi ibu pertiwi ini bisa berharap? Kalau hasil penelitian saja dimanipulasi, bagaimana saat mereka menjadi pejabat Negara?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;memang kita tidak bisa menyalahkan sepenuhnya kepada mahasiswa. Sistemlah yang memaksa mereka untuk menjadi seperti itu. Sistem pendidikan yang berorientasi hasil bukan proses. Sejak pendidikan dasar kita sudah dipaksa untuk mengejar target yang ditetapkan oleh pemerintah melalui standar UAN. Dan dibangku kuliah, mereka kembali dipaksa oleh sistem sks. Tidak lulus berarti mengulang, mengulang berarti dana. Ironis memang. Tapi itulah realitas dunia pendidikan kita. namun, terlepas dari itu semua. bagaimanapun kejujuran tetap harus dijunjung tinggi (dalam penelitian) agar kelak terefleksi dalam kehidupan nyata. semoga!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-5105691735539807438?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/5105691735539807438/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=5105691735539807438&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5105691735539807438'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5105691735539807438'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/02/mental-copy-paste.html' title='Mental Copy Paste'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7837405403074776782.post-5739870371397599763</id><published>2008-02-22T14:07:00.005+07:00</published><updated>2008-03-03T17:42:41.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pemasar-an'/><title type='text'>Red, Blue, Purple or Green</title><content type='html'>Para tukang strategi (pakar strategi) sering menggunakan warna untuk menggambarkan tentang kondisi persaingan pasar. Kalau untuk si Merah (Red Ocean Strategy) tukang strategi sering menggunakan ilustrasi lautan yang di penuhi berbagai jenis ikan yang bersaing ketat dalam memperebutkan makanan. Dalam perebutan tersebut, terjadi peristiwa perkelahian sengit sehingga laut yang biru berubah menjadi merah karena percikan-percikan darah di antara mereka.&lt;span class="fullpost"&gt; Peristiwa ini menggambarkan bahwa strategi yang di gunakan adalah bagaimana membandingkan diri dengan pesaing (benchmark), menilai kekuatan dan kelemahan, menentukan strategi dan mengimplementasikan taktik mengalahkan lawan untuk mempertahankan pasar, mengambil porsi pasar lawan dan mematikan usaha lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalau si Biru (Blue Ocean Strategy) di ilustrasikan sebagai ikan-ikan yang hidup berdampingan di laut biru yang tenang, tenteram dan damai. Tidak ada peristiwa perkelahian, saling menyerang, melukai dan memangsa untuk memperebutkan makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan si Ungu (Purple Ocean Strategy) adalah ikan-ikan yang saling berkompromi untuk bersekutu mengalahkan mangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita biarkan ikan-ikan itu berenang dengan tenang di lautan sana. Sekarang kita lanjut pada siapa yang mempopulerkan ketiga istilah ini. Setelah saya melakukan investigasi, pencarian ke 345.354.343.432.866.466 situs di internet dan lebih dari 568.3535.864.654.000 buku dan majalah tapi saya tidak menemukan orang yang pertama kali mempopulerkan istilah si Merah (Red Ocean Strategy). Mungkin istilah si Merah ada setelah istilah si Biru muncul kali ya! Nah, kalau si Biru saya tau dan saya yakin sahabat juga tau…ayo tebak siapa? 1..2…3..ya benar, mas W. Chan Kim dan Renee Mauborgne (saya selalu kesulitan membaca nama ini, mau bantu?). jadi kalau menurut kedua mas-mas ini perbedaan si Merah dan si Biru terletak pada strategi yang digunakan. Kalau si Merah menggunakan salah satu dari dua strategi yang ada pada tingkat bisnis yaitu strategi Cost Leadhership dan strategi Differentiation. Sedangkan si Biru menggabungkan kedua strategi tersebut untuk menciptakan nilai yang besar (Big Value) yang mengacu pada low cost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Ungu dikenalkan oleh lae kita handi irawan D (d-nya apa lae?). lae Handi ini adalah dedengkotnya Frontier dan juga salah seorang redaktur ahli majalah Marketing. Kata lae Handi, salah satu kelemahan si Biru adalah biaya edukasi konsumen yang tingi yang diakibatkan oleh pasar baru yang kita ciptakan sendiri. Jadi ga’ punya teman untuk berbagi. Makanya, untuk mengatasi hal itu kita perlu mengajak pesaing untuk ikut masuk sama-sama dalam pasar baru tersebut. Jadi biaya edukasi konsumennya lebih enteng karena ditanggung bersama. Ya, prinsipnya ringan sama dijinjing berat lu yang mikul lha. Dan dia menyebut strategi itu sebagai Purple Ocean Strategy.&lt;br /&gt;Sebagai seorang yang cuma suka doang sama Marketing tapi ga' ngerti-ngerti. saya juga pengen ikutan bikin strategi. namanya strategi lautan hijau (Green Ocean Strategy). dalam strategi ini bukan cuma perusahaan-perusahaan yang memasuki pasar yang akan berbagi untung. tapi juga konsumen. bagaimana caranya? ya, perusahaan-perusahaan tersebut diwajibkan mengeluarkan 2,5 % dari keuntungan yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat tersebut. dan perlu diingat ini diluar pajak yang dibayarkan kepada pemerintah dan juga diluar aktivitas CSR perusahaan itu sendiri yang juga wajib mereka lakukan. jadi, perusahaan untung, tapi rakyat juga ga' sengsara karena dihisap terus. damai deh pokoknya. setuju? (ga'!!)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7837405403074776782-5739870371397599763?l=cekeran.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cekeran.blogspot.com/feeds/5739870371397599763/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7837405403074776782&amp;postID=5739870371397599763&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5739870371397599763'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7837405403074776782/posts/default/5739870371397599763'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cekeran.blogspot.com/2008/02/red-blue-or-purple.html' title='Red, Blue, Purple or Green'/><author><name>AdhiTobinG</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11203899693026304274</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_CAQtpAlvoHE/SXiqrc5L-KI/AAAAAAAAAR0/SmaM1t2-gt8/S220/ckuyjk.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
